RSS

BIOGRAFI KH. AHMAD MUHTADI MUSTHOFA


PENDIRI MADRASAH ALMUHTADI
SENDANGAGUNG PACIRAN LAMONGAN

BIOGRAFI  KH. AHMAD MUHTADI MUSTHOFA

A.    RIWAYAT PENDIDIKAN K.H. AHMAD MUHTADI
K.H. Ahmad Muhtadi adalah anak ke-6 dari KH. Musthofa Kranji. Beliau dilahirkan pada tahun 1908 dan dibesarkan di desa Kranji Paciran Lamongan. Setelah berumur baligh (dewasa), beliau dibawa oleh kakandanya yang bernama KH. Abdul Karim ke pondok pesantren KH. Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang. Setelah berhasil mempelajari beberapa ilmu agama, beliau pindah ke pondok pesantren Sebalk Jombang untuk menghafal Al-Qur’an kepada Al-Hafidh KH. Mahfudz. Dalam menghafal Al-Qur’an dari awal hingga akhir (dari Juz 1 sampai juz 30), K.H. Ahmad Muhtadi hanya memerlukan waktu kurang dari satu tahun. Mengingat masih mudanya usia K.H. Ahmad Muhtadi, oleh kyainya beliau disuruh kembali lagi ke Tebuireng untuk mengaji beberapa ilmu Fiqih dan Tafsir.
K.H. Ahmad Muhtadi adalah sosok santri yang cerdas dan tekun dalam menimba ilmu. Berkat dari kecerdasan dan ketekunannya itu akhirnya beliau diangkat menjadi guru, terutama guru di bidang tulis menulis (khoth) karena tulisan beliau sangat bagus. Di samping menjadi guru, beliau tetap menghafal Al-Qur’an dan masih juga belajar menadalami beberapa ilmu.
Mengingat kecerdasan otaknya beliau diperintah oleh Mbah KH. Hasyim Asy’ari untuk mengaji ilmu Falak kepada KH. Ma’shum Kuwaran Jombang. Oleh gurunya, K.H. Ahmad Muhtadi dinilai sebagai murid yang sangat tekun dan cerdas, karena itu beliau dipilih sebagai murid teristimewa, sehingga semua ilmu Mbah KH. Ma’shum Al-Falaki diberikan kepadanya. Selanjutnya K.H. Ahmad Muhtadi diserahi tugas untuk mewakili beliau (Mbah KH. Ma’shum) dalam mengajar ilmu falak kepada santri-santrinya.
K.H. Ahmad Muhtadi sering disuruh oleh gurunya untuk mengerjakan praktek falak yang oleh sang guru sendiri dianggap terdapat kesulitan baginya. Namun berkat keuletan dan kelebihan kemampuan otaknya, K.H. Ahmad Muhtadi dapat menyelesaikan tugasnya dengan benar dalam waktu yang relatif singkat dari waktu yang diperkirakan oleh gurunya.
Setelah K.H. Ahmad Muhtadi pulang dari pondok pesantren Tebuireng dan Seblak, beliau pergi mondok lagi, yaitu mengaji di pondok pesantren Suwalan Panji Jombang. Setelah beliau menamatkan mengajinya di pondok pesantren Suwalan, beliau pulang ke kampung halamannya, yaitu Desa Kranji Paciran Lamongan dengan membawa berbagai ilmu.

B.    K.H. AHMAD MUHTADI MENIKAH
Setelah pulang dari menimba ilmu di beberapa pondok pesantren ternama, K.H. Ahmad Muhtadi dinikahkan dengan seorang putri KH. Umar Suto Sendangagung Paciran Lamongan yang bernama Raden Robi’ah.
Pernikahan K.H. Ahmad Muhtadi dengan Raden Robi’ah tidak/belum dikaruniai anak oleh Allah SWT sampai akhir hayatnya (dalam usia 41 tahun), walaupun pernikahan beliau sudah cukup lama, yaitu ± 16 tahun (1933-1949).

C.    K.H. AHMAD MUHTADI MENGASUH PONDOK PESANTREN DAN MENDIRIKAN MADRASAH
Setelah melaksanakan pernikahan dengan Raden Robi’ah binti KH. Umar, K.H. Ahmad Muhtadi berdomisili di Sendangagung, desa tempat tinggal isterinya. Di desa inilah beliau menyebarkan agama Islam serta mengembangkan berbagai macam ilmu yang dimilikinya, diantaranya ialah ilmu Al-Qur’an, ilmu Tafsir, ilmu Falak, ilmu Feqih, dan lain-lain melalui Pondok Pesantren Salafiyah Al-Ismailiyah yang diasuhnya. Pondok Pesantren Salafiyah Al-Ismailiyah ini mula-mula di dirikan dan diasuh oleh Mbah KH. Isma’il bin Maulana, kemudian diturunkan kepada Mabah K.H. Musthofa bin K. Samurah (Sepupu Mbah K.H. Isma’il) dari Bungah. Setelah Mbah K.H. Musthofa wafat diteruskan oleh Mbah K.H. Zuber (Sepuh) bin K.H. Musthofa (Bungah) setelah itu diturunkan lagi kepada Mbah KH. Umar bin K. Sholeh (Tsani) dari Bungah, kemudian diturunkan lagi dan diasuh oleh K.H. Ahmad Muhtadi bin K.H. Musthofa (Kranji). Setelah K.H. Ahmad Muhtadi gugur ditembak Belanda pada tahun 1949 maka pondok pesantren mengalami kefakuman selama ± 3 tahun (tahun 1949-1951). Kemudian tahun 1952 – 1955 diasuh oleh K.H. Hasan Syarqowi (Suami Raden Masy’aroh binti K.H. Umar) dengan guru-guru dari Paciran. Namun bangunan pondok sudah diuabh menjadi madrasah dengan ditambah satu bangunan (rumah) membeli dari Bapak Ma’ruf dari Kampung Pasar (sekarang BPI Raudlotut Thullab). Madrasah pada waktu itu bernama Madrasah Islamiyah kemudian mulai tahun 1972 nama Madrasah Islamiyah diubah menjadi Madrasah Al-Muhtadi sesuai dengan nama pendirinya. Selanjutnya mulai tahun 1956 hingga sekarang (2011) ini pondok pesantren diasuh oleh Mbah K.H. M. Zubair Umar.
K.H. Ahmad Muhtadi sering dimintai tolong oleh masyarakat Sendang untuk membacakan surat kiriman dari keluarganya, juga membuatkan balasan, bahkan juga dimintai orang yang akan punya hajat untuk menuliskan nama-nama calon undangan dan membuatkan kepleknya (undangannya) sekaligus. Mengingat hal yang demikian ini, maka menurut K.H. Ahmad Muhtadi mengembangkan ilmunya melalui pendidikan Pondok Pesantren saja beliau rasa masih kurang, untuk itu pada tanggal 23 Pebruari 1936 K.H. Ahmad Muhtadi mendirikan madrasah. Maka sejak saat itulah di kampung Suto Sendangagung mempunyai dua wadah pendidikan, yaitu Pondok Pesantren dan Madrasah. Madrasah sebagai tempat bersekolah bagi anak-anak kampung yang tidak mengikuti kegiatan pondok, dan pondok pesantren sebagai tempat para santri untuk menghafal Al-Qur’an dan mengaji kitab-kitab lain. Setelah K.H. Ahmad Muhtadi mendirikan Madrasah dan menjadi pengasuh pondok pesantren, maka KH. Ma’shum Kuwaran Jombang memerintahkan santri-santrinya yang berasal dari daerah Gresik, Sidayu dan sekitarnya untuk pindah belajar ilmu falak di K.H. Ahmad Muhtadi Sendangagung Paciran Lamongan, karena menurut KH. Ma’shum, K.H. Ahmad Muhtadi itu salah satu dari sekian banyak santrinya yang paling pandai dan paling maju khususnya dalam bidang tahfidlul Qur’an dan ilmu falak. Sejak itu maka berdatanganlah para santri dari luar Sendang, terutama pada bulan-bulan Ramadlan banyak para Ustadz yang datang ke Sendang untuk belajar Ilmu Falak kepada K.H. Ahmad Muhtadi, termasuk kakaknya sendiri yaitu KH. M. Sholeh Musthofa yang sudah muqim di pondok pesantren Qomaruddin Bungah Gresik.

D.    K.H. AHMAD MUHTADI MEMBELI SEKOLAHAN BEKAS SR PACIRAN
Pada saat Belanda datang lagi (agresi) pada tahun 1949 bangunan-bangunan milik pemerintah Republik Indonesia semuanya dibakar oleh tentara kita karena dikhawatirkan nantinya dijadikan markas Belanda. Pada waktu itu Sekolah Rakyat (SR) setingkat SD Paciran juga akan dibakar, namun dicegah oleh K.H. Ahmad Muhtadi sebab beliau ingin mendirikan bangunan madrasah mengingat beliau mempunyai banyak murid tetapi belum mempunyai sekolahan (madrasah). Untuk itu SR Paciran yang hendak dibakar itu dibeli oleh K.H. Ahmad Muhtadi. Oleh tentara kita SR itu tidak boleh diobeli dengan uang tetapi harus ditukar dengan senjata, sebab dengan senjata itu nanti akan dapat digunakan secara langsung untuk melawan Belanda. Karena pada saat itu K.H. Ahmad Muhtadi mempunyai keluarga (Pak Lik Isterinya) sekaligus teman berjuang yang bernama Zainuddin dari Desa Kawisanyar Kebomas Gresik yang statusnya juga tentara, maka permintaan itu diiyakan (disetujui). Untuk itu Zainuddin langsung berusaha mencari beberapa senjata ke daerah Gresik dan setelah berhasil maka senjata itu diserahkan kepada teman-teman tentara melalui seorang kurir yang bernama Mustajab bin Sento. Sesudah itu SR dibongkar dan diusung ke Sendangagung. Tetapi sayang niat K.H. Ahmad Muhtadi untuk mendirikan bangunan Madrasah dari bekas SR Paciran itu belum kesampaian atau belum terlaksana, karena K.H. Ahmad Muhtadi sudah keburu ditangkap oleh Belanda sehingga akhirnya beliau ditembak mati. Kayu, genting dan lain-lain bekas SR Paciran yang ditumpuk disamping barat rumah Mbah K.H. Umar (sekarang rumah Ustadz Drs. Mas’ud Baraja) itu akhirnya diambil oleh Belanda yang menguasai Paciran beserta cokronya (orang jawa pengikut Belanda) secara paksa dengan KH. Dimyati yang ditunjuk untuk memimpin masyarakat Sendangagung yang mengembalikan material bekas SR itu ke Paciran, kalau tidak maka Desa Sendangagung akan dibumi hanguskan oleh Belanda. Sesudah itu entah karena sentimen atau salah paham, ada orang yang melaporkan kepada tentara bahwa K.H. Dimyati sekarang menjadi pengikut Belanda. Dengan demikian K.H. Dimyati diculik oleh tentara dan ditembak mati di hutan Solokuro.
Perjuangan K.H. Ahmad Muhtadi yang begitu keras untuk membela kemerdekaan dan mencerdaskan bangsa yang kandas itu tetap diteruskan oleh keluarga, teman, handai toulan dan generasi penerus beliau, sehingga lambat laun dengan idzin dan inayah Allah SWT tetap dapat terwujud seperti sekarang ini. Di mana dalam jangka waktu ± 33 tahun (1949 – 1982) Yayasan Al-Muhtadi sudah mempunyai empat jenjang pendidikan formal, yaitu Taman Kanak-Kanak (TK) yang pada awal berdirinya bertempat di langgar wirid (tanah wakaf K.H. Ahmad Muhtadi tahun 1967), Madrasah Ibtidaiyah (MI) mula-mula bertempat di langgar Suto (tahun 1936), Madrasah Tsanawiyah (MTs) awal berdiri tahun 1980 ditempatkan di bawah panggung tua bekas gutaan (kantor) guru, dan Madrasah Aliyah (MA) bertempat di gedung MTs (tahun 1983). Di samping itu cikal bakal pendidikan yang berupa pondok pesantren juga masih tetap lestari. Seiring dengan kemajuan zaman dan kemajuan ekonomi masyarakat, bila pada masa-masa pendahulunya bangunan pondok dan madrasah masih terbuat dari bambu atau kayu, berlantai tanah yang berdebu, sekarang semuanya udah berupa gedung yang permanen dan megah. Dan patut disyukuri lagi bahwa mulai tahun 2010 yang baru lalu semua aset yang berupa tanah milik K.H. Ahmad Muhtadi resmi diwakafkan kepada Yayasan Al-Muhtadi guna kepentingan pendidikan kecuali lokasi langgar wirid.

E.     K.H. AHMAD MUHTADI RAJIN BEKERJA
K.H. Ahmad Muhtadi adalah sosok kyai yang serba bisa karena di samping rajin dalam mengajarkan bermacam-macam ilmu agama kepada para santrinya beliau juga rajin dalam bekerja khususnya dalam bidang pertanian (mengolah tanah, bercocok tanam dan sebagainya). Selain ahli dalam bidang pertanian, K.H. Ahmad Muhtadi juga ahli di bidang kerajinan, diantaranya ialah membakar kapur (membuat gamping), membuat areng dan memasak kulit, baik kulit kambing maupun kulit lembu sebagai bahan baku membuat sabuk, sandal, tas, bedug dan lain-lain. Selanjutnya semua hasil kerajinannya itu dipasarkan (dijual) ke Gresik.

F.     PERJUANGAN K.H. AHMAD MUHTADI
Pada saat Negara Indonesia dijajah oleh Belanda, K.H. Ahmad Muhtadi adalah termasuk salah satu dari sekian banyak pejuang yang gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Beliau adalah salah satu pejuang yang sangat berani dalam mengeluarkan anjuran untuk menentang penjajah. Tidak hanya itu, ketika terjadi pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun pada tahun 1948 yang dipimpin oleh Muso, para pengikut atau anggota PKI di Sendang banyak yang menyimpan senjata api. Di saat itu K.H. Ahmad Muhtadi adalah satu-satunya orang yang berani mengusut dan menggeledah rumah-rumah anggota PKI yang dicurigai menyimpan senjata api dan ternyata usaha beliau membuahkan hasil karena beliau banyak menemukan senjata api, terutama geranat tangan. Selanjutnya senjata api dan granat tersebut disita dan dikumpulkan di rumah beliau dan setelah itu diserahkan kepada pihak yang berwajib (polisi) di Paciran. K.H. Ahmad Muhtadi juga seorang yang paling berani membela kebenaran. Suatu contoh :
1.      Di saat Jepang berkuasa, segala sesuatu diatur melalui sistem antrian, tetapi pihak penguasa Desa Sendangagung sendiri banyak yang melakukan pelanggaran dan penyelewengan. Dalam hal ini walaupun aparat desa yang melakukan penyelewengan termasuk orang-orang yang mempunyai hubungan baik dengan beliau, tetapi karena pelanggaran dan penyelewengan itu berkelanjutan sampai pada masa kemerdekaan maka beliau berani memimpin para pemuda Sendang untuk menuntut keadilan. Pada saat itu pihak penguasa mencurahkan segala kemampuan serta usaha untuk mempertahankan kekuasaannya melalui orang-orang atasannya, namun K.H. Ahmad Muhtadi tidak kalah taktik. Karena didorong oleh kewajiban agama dan negara serta kepentingan bangsa khususnya rakyat Sendangagung, maka dengan dibantun oleh beberapa teman beliau, yaitu H. Anwar, Ahmad bin Sento atau yang terkenal dengan panggilan Ahmad Sento dan kawan-kawan, juga dibantu pula oleh adinda (KH. Amin Musthofa Tunggul) akhirnya berhasil menumbangkan pelaku kejahatan di Desa Sendangagung, bahkan ada pula oknum yang terpaksa harus diusir keluar dari Sendangagung oleh K.H. Ahmad Muhtadi bersama masyarakat.
2.      K.H. Ahmad Muhtadi adalah seorang kyai dan pejuang kemerdekaan. Beliau selalu memberi petunjuk dan arahan kepada pejuang lainnya. Diantara sekian banyak tentara dan pejuang sukarela yang pernah mengikuti perjuangan beliau adalah Zainuddin dari Gresik. Pada saat itu status Zainuddin adalah tentara (sekarang TNI) dan pada tahun 1984, Zainuddin menjadi Kepala Desa Kawisanyar Kebomas Gresik.
Karena semangat dan gigihnya dalam menentang penjajah, maka setelah belanda berhasil masuk di daerah Paciran, K.H. Ahmad Muhtadi selalu diincar oleh Belanda.
Menurut sebuah cerita dari dua kakak beliau (KH. Abdul Karim Musthofa dan KH. M. Sholeh Musthofa) ketika Belanda mendarat di Glondong Tuban, K.H. Ahmad Muhtadi dan KH. Amin mengadakan pertemuan di Kranji dengan dua saudara beliau yaitu KH. M. Sholeh dan KH. Abdul Karim. Pertemuan segi empat ini dilakukan dengan posisi K.H. Ahmad Muhtadi menghadap ke arah barat berhadapan dengan KH. Amin, KH. Abdul Karim menghadap ke arah utara berhadapn dengan KH. M. Sholeh. Dalam pertemuan tersebut kedua kakak beliau (KH. Abdul Karim dan KH. M. Sholeh) menghendaki dan menyarankan agar kedua adiknya (K.H. Ahmad Muhtadi dan KH. Amin) mengungsi meninggalkan daerah Paciran, mengingat kedua kakak beliau yaitu KH. Abdul Karim dan KH. M. Sholeh statusnya di Kranji ini juga pengungsi. Di mana KH. Abdul Karim dari Bojonegoro dan KH. M. Sholeh dari Gresik, karena Bojonegoro dan Gresik sudah dikuasai oleh Belanda. Akan tetapi K.H. Ahmad Muhtadi dan KH. Amin berpendirian lain, yaitu mengingat Belanda sudah merata di mana-mana maka mengungsi itu tidak ada artinya. Untuk itu kita lebih baik menetap di daerah saja sambil mengatur strategi para pejuang yang ada untuk bergerilya. Dan apabila terpaksa kita tertangkap oleh Belanda maka itu sudah ketentuan Allah SWT, sebab menurut beliau berdua meninggalkan daerah ini berarti meninggalkan teman-teman seperjuangan. Karena beliau berdua berserah diri kepada Allah SWT dan berpegangan teguh pada firman-Nya Ýî×ìÛa áÈãë éÜÛa bäjŽy ÞbÓë. Akhirnya K.H. Ahmad Muhtadi tetap di Sendang namun suatu saat beliau pergi bersama Zainuddin untuk meninggalkan rumah di saat Belanda memasuki desa Sendang dan beliau pulang kembali ke rumah bersama zainuddin untuk mengajar Al-Qur’an ketika Belanda sudah keluar dari Sendang untuk kembali ke markasnya di Paciran.

G.    AKHIR HAYAT K.H. AHMAD MUHTADI
Tepat pada hari Ahad pahing tanggal 7 Ramadlan 1368 H/3 Juli 1949 M setelah Shubuh beliau pergi ke sawah milik mantan kepala Desa yang digarapnya di dekat gerdu Sendangagung (ditepi barat jalan yang ada di sebelah barat rumah beliau) untuk mengatur benih padi yang mana siangnya nanti sekitar jam 07.00 akan ditanam. Mengingat beliau adalah seorang yang rajin dan giat bekerja, dengan tanpa memperhitungkan kedatangan Belanda, beliau berada ditengah sawah sedang sibuk mengatur benih padi yang akan ditanam tersebut tiba-tiba di pagi buta itu dengan tanpa diduga dan tanpa diketahui dari mana datangnya, tahu-tahu beliau sudah dikepung oleh Belanda dan akhirnya beliau ditangkap lalu dibawa ke markas Belanda di Paciran (sekarang ditempati bangunan Balai Desa Paciran). Dan setelah tiba di markas Belanda tempat penahanan beliau ternyata di dalam tahanan itu sudah ada KH. Amin dari Tunggul (Adik beliau) yang sudah ditangkap terlebih dahulu.
Pada hari Selasa Wage tanggal 9 Ramadlan 1368 H/5 Juli 1949 M sekitar jam 04.00 pagi rumah beliau (sekarang di depan langgar wirid) dibakar habis oleh Belanda. Menurut keterangan dari Ibu Hj. Walijah (Ibunya H. Sun’an Karwalip) Paciran, K.H. Ahmad Muhtadi ditawari menjadi kepala Desa bawahan Belanda untuk membawahi Sendangagung, Sendangduwur, Payaman, Solokuro dan sekitarnya. Apabila mau maka beliau akan dilepaskan. Tetapi karena semangat juang dan semangat nasionalismenya sangat kuat dan semua kitab-kitabnya juga sudah habis dibakar bersama rumahnya oleh Belanda maka beliau menolak tawaran itu. Kemudian pada hari Sabtu pon, tanggal 13 Ramadlan 1368 H/9 Juli 1949 M bersama dengan adinda (KH. Amin) beliau dibawa oleh Belanda ke arah timur, setelah sampai di suatu tempat di tepi jalan utara desa Dagan (sekarang MI Ma’arif NU Dagan), K.H. Ahmad Muhtadi bersama KH. Amin dari Tunggul (adiknya), Modin desa Klayar, Sehat dari Sendangagung kampung Gerdu Sarang, Reso dari Sendangagung Kampung Setuli dan dua orang lagi yang sampai sekarang masih menjadi misteri, dibantai (ditembak mati) oleh Belanda. Setelah beliau semua gugur, dengan disaksikan oleh pemuda kecil bernama Qomari, putra dari modin Dagan, akhirnya jenazah beliau semua itu dikuburkan oleh masyarakat desa Dagan dengan ditempo satu jam. Untuk itu masyarakat desa Dagan menggali dua lubang yang berjajar dengan jarak ± 3 meter, lubang barat untuk mengubur KH. Amin, K.H. Ahmad Muhtadi dan modin Klayar. Lubang timur untuk mengubur Reso, Sehat dan dua orang teman lagi yang samapi terbitnya buku ini nara sumber dan penulis masih belum tahu siapa beliau berdua itu.
Mengingat beliau semua itu gugur di dalam membela kemerdekaan negara Republik Indonesia, maka makam beliau ditetapkan oleh pemerintah sebagai Taman Makam Pahlawan.
Di masa pemerintahan Orde Baru sekitar tahun 1980-an semua kerangkan pahlawan kemerdekaan RI wilayah Lamongan digali dan dikumpulkan di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Lamongan, namun pihak keluarga menolak, dengan alasan :
1.      Karena K.H. Ahmad Muhtadi adalah seorang hafidh (hafal Al-Qur’an) dikhawatirkan jasadnya masih utuh.
2.      Agar supaya pihak keluarga, sanak famili, para santri (murid-muridnya), masyarakat Sendangagung dan sekitarnya bila ingin menziarahi makam beliau tidak terlalu jauh.
Dengan dua alasan yang sangat kuat yang diajukan oleh pihak keluarga kepada pemerintah itu maka pihak pemerintah menerima dan mengabulkan permintaan keluarga. Akhirnya tidak jadi dibongkar untuk dipindah ke Lamongan tetapi tetap saja di pemakaman semula, yaitu desa Dagan Kecamatan Paciran (Sekarang wilayah Kecamatan Solokuro)

( Penulis Buku Biografi KH. AHMAD MUHATDI MUSTHOFA adalah Bapak Kaswan, S. Pd. I. )

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jalan Sehat Ipnu ippnu Pantura


Doc. Jalan Sehat Pelajar dan Santri




PAC IPNU IPPNU PACIRAN GELAR JALAN SEHAT PELAJAR DAN SANTRI

Dalam rangka memperingati HARLAH IPNU ke-57 dan IPPNU ke-56. PAC IPNU IPPNU Paciran menggelar kegiatan jalan sehat pelajar dan santri, jum’at 4 Maret 2011. Antusias para peserta terlihat dari berbagai pelajar sekolah, santri pesantren, dan masyarakat umum se-kecamatan Paciran. Sebelumnya pada tanggal 25 Februari 2011 kemarin telah melaksanakan kegiatan festival teater pelajar yang berlangsung sukses, pada hari jum’at pagi disibukkan menggelar kegiatan jalan sehat yang unsur pesertanya rata-rata pelajar dan santri.

Husni koordinator jalan sehat HARLAH IPNU ke-57 dan IPPNU ke-56 ketika ditemui dalam kegiatan tersebut mengatakan, bahwa kegiatan jalan sehat ini merupakan kegiatan yang mengikutkan sertakan para pemuda terutamanya pelajar dan santri dan dalam kegiatan ini diperkirakan berjumlah kurang lebih 450 orang. Dengan adanya kegiatan ini kami selaku PAC IPNU IPPNU Paciran mengharapkan dikegiatan ini dapat menciptakan silaturrahmi antar pelajar NU dan menciptakan masyarakat kota Paciran yang kondusif. Dengan maksud kita memberi penyegaran dan pendidikkan hidup sehat, karena dengan tubuh sehat kita juga akan berfikir lebih sehat. Imbuhnya.
                                                                                 
Dalam kegiatan tersebut Pimpinan Cabang IPNU Lamongan. Fauzun, sebelum memberangkatan jalan sehat itu dalam sambutannya mengatakan, bahwa mari kita eratkan silaturrahmi antar pelajar NU melalui kegiatan ini, kita akan menjalankan aktifitas yang stabil bilamana tubuh dan jiwa kita selalu sehatl”.

Dalam sambutannya Ah. Syauqi Arif mengatakan, kegiatan kali ini selain sebagai sarana untuk menyehatkan badan dan menjaga kebugaran, juga sebagai sarana untuk mempererat jalinan silaturahim dan kebersamaan antar pelajar khusunya Pimpinan Komisariat, pimpinan ranting dan PAC Paciran. Suksesnya acara ini tidak lain adalah atas kerjasama PK, PR se-Anak cabang Paciran dan juga atas bantuan para donator yaitu Bank btpn, bank BRI, anugrah tour, Lubib Computer, PT. StarFood, Ma’arif NU Paciran, MWC NU Paciran dan banyak yang lain, hadiah utama Tv 21’ di sumbang oleh mantan ketua PAC  IPNU Paciran Imam fadli dan Fikri Hidayatullah.

Jalan jantung sehat yang diadakan kemarin, menempuh jarak sekitar 4 kilometer dengan mengambil start di MI Malihatul Hikam Tunggul Paciran dan finisnya di depan kantor SMK Mazro’atul Ulum Paciran, Rute yang dilalui peserta menyusuri jalan utama Kecamatan Paciran yaitu jalur Wisata Bahari lamongan dan Maharani ZOO.

Setelah memasuki garis finish, para peserta dihibur dengan alunan music mars IPNU IPPNU yang diselingi pengundian nomor kupon. Panitia sendiri dalam kegiatan tersebut membagikan puluhan hadiah hiburan kepada para peserta yang beruntung dengan hadiah utama Tv 21'.


Dari                 :  Syauqi Arif ( M@ladi NEWS )
Alamat            :  Jl. MA Almuhtadi Suban Raya 79 Sendangagung Paciran Lamongan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TEATER ALMUHTADI


Festival Teater
PAC IPNU IPNU PACIRAN GELAR FESTIVAL TEATER PELAJAR

LAMONGAN-PACIRAN- Upaya pengembangan kreatifitas dan mewadahi minat dan bakat kader-kader IPNU IPPNU tidak henti-hentinya dilakukan PAC IPNU IPPNU Paciran, dengan bukti diadakannya festifal teater pelajar se ANCAB Paciran.
             Seni Teater bukan hal tabu bagi para pelajar baik secara istilah maupun penyajiannya. Berbagai kalangan siswa sampai mahasiswa mendalami dan menikmati penampilan seni teater. Hal ini terbukti adanya pemahaman serta sudut pandang mereka yang apresiatif dan kritis pada setiap pertunjukan teater yang digelar. Atas dasar tersebut cukup menjadi bukti  bahwa teater bukan produk baru bagi para pelajar. Sebab, teater merupakan bagian atau gambaran dari realita hidup yang nyata. Sehingga, keberadaan sangat penting bilamana dapat diaplikasikan sebagai bentuk sikap pelajar terhadap realitas hidup itu sendiri.
           Dalam rangka inilah, Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Kecamatan Paciran mengadakan Festival Teater Pelajar. Festival dilaksanakan pada hari jum’at mulai jam 08.30 sampai jam 05,25 yang kegiatannya dipusatkan di AULA MA Ma’arif NU Almuhtadi Sendangagung. Selain diadakan dalam rangka memperingati hari lahir IPNU yang ke 57 dan IPPNU ke 56 tersebut juga bertujuan untuk mengembangkan apresiasi seni pada masyarakat secara umum dan meningkatkan kreatifitas pelajar khususnya.
             Untuk itulah, festival yang bertema “ Aktualisasi Warna Seni dan Kreasi Pelajar Indonesia “ tersebut diikuti oleh 9 kelompok teater dari pimpinan ranting dan pimpinan komisariat IPNU IPPNU se kecamatan Paciran dan juga undangan, seperti PR Sendangagung, PR Kemantren, PK MA Almuhtadi, PK Tarbiyatul Huda, MTs Almuhtadi, PK MMA 07 Banjarwati, PK MA Mazra’atul Ulum, PK SMA MA Mazra’atul Ulum, PK Roudlotul Mu’taabidin.
          Dari 9 kelompok teater pelajar tersebut dipandegani oleh sejumlah 150 pemain dan kruw pementasan teater dan telah di ambil beberapa juara kategori yaitu sutradara terbaik diraih PK SMA Mazra’atul Ulum, actor terbaik diraih PR Sendangagung, aktris terbaik diraih PK MA Mazra’atul Ulum dan penampilan kelompok terbaik 1 diraih PK SMA Mazra’atul Ulum dan kelompok terbaik 2 diraih oleh PR Sendangagung.
         Ah. Syauqi Arif SM. ketua pelaksana festival yang juga sebagai Pembina Teater Metamorfosis PK MA Almuhtadi kali ini mengatakan bahwa kelompok teater pelajar khususnya pimpinan komisariat yang ada di tingkat MA/SMA/MTs memang mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan. PAC IPNU IPPNU Paciran melihat hal tersebut kemudian  mengadakan festival  untuk menyalurkan potensi tersebut. “Tujuan diadakannya festival ini adalah dalam rangka silaturrahim Pimpinan Anak Cabang dengan pimpinan komisariat, pimpinan ranting, antar kreator, maupun antar komunitas seni. Pada sisi lain, acara ini menjadi sebentuk progam kerja PAC Paciran yang bukan sekedar brand image suatu pagelaran melainkan aspek capaian yang edukatif bagi pelajar untuk saling mengenal serta saling memberikan pengaruh positif bagi masa depan kreatifitas pelajar itu sendiri ” Tambahnya.
         Drs. H. Nur Rozuqi, S. Pd. ( Ketua Himpunan Sekdes Se- Jatim ) dan selaku salah satu dari dewan Juri  menyampaikan bahwa kegiatan seperti festival ini menjadi sangat perlu di tindak lanjuti dan penting untuk mengembangkan bakat dari para pelajar, jangan sampai cukup satu kali ini saja. Ketika para pelajar telah memiliki seambrek bakat yang mendapatkan bimbingan dan pengembangan lebih lanjut, maka mereka akan dapat berkreasi dimanapun mereka berada. Kreatifitas inilah yang akan dapat mengantarkannya menjadi manusia yang sukses, Kita berharap dari mereka ( pelajar lamongan ) akan muncul bakat-bakat terpendam dalam hal teater yang akan mengisi khazanah kebudayaan di Indonesia”.
Ifa Rahmawati selaku Ketua PAC IPPNU Paciran juga menambahkan “ yang menjadi dewan juri dalam Festifal ini adalah mereka yang sudah berpengalaman di bidang seni teater seperti Drs. H. Nur Rozuqi, S. Pd., Hendi Budiono dan Johan Khoiru Zaman “. 
         Teater Pelajar seperti yang diadakan PAC IPNU IPPNU Paciran ini sangat baik untuk para pelajar husunya pelajar zona Pantura agar dapat menumbuh-kembangkan bakat terpendam mereka”, Tambah Zamroni ketua PAC IPNU Paciran.
         Tema dan sekenario yang disajikan peserta sangat beragam ada yang bernuansa politik, pendidikan, dan ekonomi bahkan yang menarik lagi dari salah satu peserta menyajikan sebuah penampilan yang sangat hangat di Indonesia akhir-akhir ini yaitu tentang kekerasan dalam menyelesaikan masalah aliran yang dianggap sesat oleh umat Islam.

Dari                 :  Syauqi Arif ( M@ladi NEWS )
Alamat            :  Jl. MA Almuhtadi Suban Raya 79 Sendangagung Paciran Lamongan



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PROPOSAL SKRIPSI SYAUQI

KERJA SAMA ORANG TUA SISWA DAN PENGELOLA LEMBAGA
DALAM MENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN
DI MADRASAH IBTIDA’IYAH ALMUHTADI SENDANGAGUNG
PACIRAN LAMONGAN


Proposal Skripsi
Di Ajukan Untuk Memenuhi Syarat Pembuatan
Skripsi Dalam Mendapatkan Gelar Sarjana Strata Satu ( S1 )



 



Oleh
AHMAD SYAUQI ARIF
NIM : 2006010521






SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM SUNAN DRJAD
( STAIDRA )
PROGAM STUDY PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
KRANJI PACIRAN LAMONGAN
2009


A. Latar Belakang Masalah
        Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan prilaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.[1]
Pendidikan berusaha untuk mengembangkan potensi individual agar mampu berdiri sendiri untuk mencapai sebuah tujuan. Untuk terwujudnya tujuan dan kualitas pendidikan merupakan pekerjaan raksasa yang memerlukan penanganan bersama oleh segenap badan pendidikan ( Keluarga, sekolah dan masyarakat ).
        Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Bahkan menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia. Dan pendidikan ini diusahakan agar dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.
        Kalau dilihat dari masing-masing pusat pendidikan, maka keluarga adalah sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Pendidikan dalam keluarga sangatlah penting, bahwa semua  yang terjadi dalam pendidikan itu membawa pengaruh terhadap kehidupan si terdidik, demikian pula terhadap pendidikan-pendidikan yang akan dialaminya di sekolah dan di masyarakat.
        Pendidikan dikatakan pertama, karena dalam keluargalah anak-anak pertama kali  mendapatkan didikan dan bimbingan. Dikatakan yang utama, karena sebagian besar pola kehidupan anak-nak itu di dalam naungan keluarga. Jelaslah bahwa orang tua yang paling kompeten membimbing dan mengarahkan anaknya dalam keluarga.
        Orang tua adalah orang dewasa pertama yang memikul tanggung jawab pendidikan, sebabab secara alami anak pada masa-masa awal kehidupannya berada di tengah-tengah ibu dan ayahnya. Dari merekalah anak mengenal pendidikannya. Dasar-dasar hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup banyak tertanam sejak anak berada di tengah-tengah orang tuanya.[2]
        Selanjutnya sekolah sebagai lembaga pendidikan kedua, bertanggung jawab terhadap pendidikan intelek dan pendidikan keterampilan yang berhubungan dengan kebutuhan anak untuk hidup di masyarakat nanti dan yang sesuai dengan tuntunan mayarakat.
        Didalam sekolah seorang guru akan berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada para siswa agar mereka menjadi siswa atau peserta didik yang selaras dengan tujuan sekolah itu. Melalui bidang pendidikan, guru mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, baik sosial, budaya, maupun ekonomi. Dalam keseluruhan proses pendidikan, guru memegang berbagai peranan yang mau tidak mau harus dilaksanakannya sebagai seorang guru.[3]
        Dalam penyelenggaraan dan pelaksanaan pendidikan yang baik harus ada kerjasama antara keluarga, sekolah dan masyarakat. Karena hubungan kerjasama antara ketiga lembaga pendidikan ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan pendidikan. Bahkan pendidikan akan mengalami kepincangan dan tak akan mampu mencapai tujuan pendidikan nasional.
         Lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah mempunyai situasi yang sangat berbeda dan masing-masing dapat mempengaruhi kepribadian anak. Oleh sebab itu perbedaan yang ada harus diatasi dengan usaha meningkatkan kerjasama antara orang tua siswa dan para guru dengan penuh kesadaran dan pengertian agar tidak merugikan anak.
      Adalah kenyataan bahwa orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya. Apabila anak telah masuk sekolah, maka orang tua adalah mitra kerja yang cocok bagi guru anaknya. Bahkan sebagai orang tua, mereka mempunyai berbagai peran pilihan yaitu : orang tua sebagai relawan, orang tua sebagai pembuat keputusan dan orang tua sebagai anggota tim kerjasama guru dan orang tua.[4]
      Baik orang tua maupun guru selalu berharap agar anak atau anak didiknya akan mampu mencapai prestasi dan berkembang secara optimal. Walaupun demikian pada kenyataannya tidak mudah menjalin kerjasama antara kedua belah pihak tersebut. Baik orang tua mapun guru sering kali tidak memiliki pandangan yang sama terhadap pendidikan.
      Ada berbagai cara bagaimana guru dapat membantu para orang tua melalui pendidikan anaknya, tetapi sebaliknya para guru tidak terlalu banyak menuntut mengritik atau menuntut para orang tua, karena pada umumnya yang di butuhkan adalah bantuan bukan kritik. Demikian pula sebaliknya, yang lebih penting adalah kerja sama yang baik.
  Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi adalah termasuk lembaga pendidikan tertua di desa Sendangagung, dan sampai saat ini Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi masih eksis dan selalu berkembang sesuai dengan zaman. Keberhasilan demi keberhasilan di peroleh Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi, dengan bukti munculnya berbagai prestasi, lulusan-lusan yang berkualitas, semangkin meningkatnya jumlah siswa setiap tahun, adanya fasilitas-fasilitas pendidikan yang menunjang kualitas pendidikan, seperti laboratorium bahasa, perpustakaan, laboratorium komputer dan labolatorium IPA serta adanya gedung sekolah yang cukup besar dan bermutu. Semua itu tidaklah luput dari kerja sama dan partisipasi serta kepedulian orang tua siswa dalam rangka mewujudkan kualitas pendidikan yang ada di Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi pada umumnya, dan pada siswa ( anaknya ) pada khususnya.
      Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi di desa Sendangagung Paciran Lamongan, perlu kiranya orang tua mengadakan kerjasama dengan guru-guru Madarsah Ibtida'iyah Almuhtadi secara intensif dengan cara tukar informasi bagaimana perkembangan anaknya, saling membentuk dalam memberikan pengawasan dan bimbingan kepada anak, sehingga dengan keikutsertaan orang tua, siswa akan terwujud pula suatu proses belajar mengajar yang baik dan lancar serta pendidikan madrasah ibtida'iyah almuhtadi yang berkualitas.
      Agar mengetahui secara pasti sejauhmana kerjasama orang tua dan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dalam bidang apa saja kerjasama tersebut, serta apa saja faktor yang menghambat dan menunjang kerjasama tersebut. Berdasarkan hal itu penulis ingin mengadakan penelitian langsung di Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi di desa Sendangagung Paciran Lamongan.

B.  Ruanglingkup Penelitian
      Adapun ruang lingkup penelitian skripsi ini dibatasi tentang kerjasama orang tua dan guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang meliputi :
  1. Kerjasama orang tua dan guru dalam penyediaan dana atau biaya pendidikan
  2. Kerjasama orang tua dan guru dalam usaha pengadaan sarana dan prasarana pendidikan
  3. Kerjasama wali murid dalam memberikan bimbimbingan dan motivasi belajar anak.

C. Fokus Masalah
      Berdasarkan latar belakang yang penulis kemukakan di atas, maka permasalahan yang dapat penulis rumuskan adalah sebagai berikut :
1.       Bagaimana kerjasama orang tua siswa dengan guru dalam  meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi ?
2.       Dalam bidang apa saja kerjasama orang tua siswa dengan guru dalam  meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi ?
3.       Apa saja yang menunjang dan menghambat kerjasama orang tua siswa dan guru dalam  meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi ?

D.  Tujuan dan Kegunaan
      Berdasarkan pokok permasalahan yang telah di uraikan di atas, maka pembahasan ini bertujuan :
  1. Untuk mengetahui kerjasama orang tua siswa dengan guru di Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi
  2. Untuk mengetahui secara pasti dalam bidang apa saja kerjasama tersebut
  3. Untuk mengetahui factor-faktor yang dapat menunjang dan menghambat kerjasama tersebut.
Setelah penelitian ini di harapkan dapat berguna :
  1. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi.
  2. Dapat di jadikan bahan motivasi orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi.
  3. Menjadi sumbangan dan bahan kepustakaan bagi semua pihak yang berkecimpung di dunia pendidikan.

E.  Metode Penelitian
1.  Desain Penelitian
Desain penelitian yang akan digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskripsi, yakni jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas satu keadaan sejernih mungkin tanpa ada perlakuan terhadap objek yang diteliti.


2.  Data Penelitian
a.       Unit Analisa
Sesuai dengan masalah yang di bahas, maka unit analisa data atau objek masalah adalah kerjasama orang tua siswa dengan guru dalam  meningkatkan kualitas pendidikan di Madrasah Ibtida'iyah Almuhtadi
b.      Informan
Informan atau orang yang akan dijadikan sebagai sumber dalam memperoleh data adalah :
1.      Kepala sekolah Madrasah ibtida’iyah almuhtadi
2.      Tujuh Guru Madrasah ibtida’iyah almuhtadi.
3.      Lima wali murid Madrasah ibtida’iyah almuhtadi. Data yang di ambil adalah alasan menyekolahkan anaknya di madrasah ibtida’iyah almuhtadi, dan apa saja yang pernah di sumbangkan kepada madrasah ibtida’iyah almuhtadi.
3.  Tehnik Penggalian Data
            Untuk mendapat data-data yang yang di perlukan, penulis menggunakan bebrapa tehnik sebagai berikut :
a.       Metode Interview
            Metode ini di gunakan oleh peneliti dengan cara bertatap muka secara langsung untuk memperoleh data yang lengkap tentang masalah yang sedang diteliti. Adapun penggalian data dengan tehnik ini dapat diperoleh dari kepala sekolah, guru dan wali murid Madrasah Ibtida’iyah Almuhtadi.
b.      Metode Observasi Nonpartisipan
            Observasi nonpartisipan ini digunakan untuk mengamati  keadaan dilapangan tentang proses guru memberikan pelajaran di sekolah dan proses orang tua memberikan bimbingan dan motovasi belajar anak.
c.       Metode Dokumentasi
            Metode dokumentasi merupakan suatu cara untuk mendapatkan data yang diperlukan dengan cara mempelajari dokumentasi atau catatan-catatan yang ada hubungannya dengan penelitian.
            Penggunaan tehnik dokumentasi bermanfaat dalam mengumpulkan informasi tentang penyediaan anggaran dana biaya pendidikan dan pengadaan sarana prasarana pendidikan.
4.  Tehnik Analisa Data
Untuk menganalisa data yang di dapatkan dari hasil observasi, interview dan dokumentasi, maka peneliti akan menggunakan constant comparative method  atau metode perbandingan tetap.

F.  Sistematika Pelaporan
      Sistematika pelaporan ini merupakan gambaran global, secara sistematis yang terdiri dari 4 bab, yaitu
      Bab I, pendahuluan yang meliputi : latar belakang, ruang lingkup penelitian, fokus masalah, tujuan dan kegunaan penelitian.
      Bab II, menerangkan tentang metode penelitian yang meliputi:  desain penelitian, data penelitian yang terdiri dari unit analisa dan informan, tehnik penggalian data, tehnik analisa data.
      Bab III, berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan yang mengemukakan kajian dan analisis data.
      Bab IV, memuat tentang kesimpulan dan saran-saran. Dimana kesimpulannya memuat hasil penelitian yang disesuaikan dengan fokus masalah kemudian disertakan saran-saran yang di anggap perlu dan sifatnya membangun.



DAFTAR PUSTAKA

Oemar Hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar, Sinar Baru Algensindo, Bandung,
2007.
Em Zul Fajri dan Ratu Aprilia Senja, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Difa  Publisher,  
cet. 3, 2008.
Soemiarti Patmonodewo, Pendidikan Anak Prasekolah, Rineka Cipta, Jakarta, 2003.
Hery Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam, Logos, Jakarta, 1999.
Kountur, Ronny, Penelitian Untuk Skripasi dan Tesis, ppm, Jakarta, 2005.




                                      
























[1] Em Zul Fajri dan Ratu Aprilia Senja, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Difa Publisher, cet. 3, 2008, hal. 254
[2]  Hery Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam, Logos, Jakarta, 1999, hal. 87
[3]  Oemar Hamalik, Psikologi Belajar dan Mengajar, Sinar Baru Algensindo, Bandung, 2007, hal. 33
[4]  Soemiarti Patmonodewo, Pendidikan Anak Prasekolah, Rineka Cipta, Jakarta, 2003, hal. 123                   

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS